TRIBUNNEWS.COM - Di bulan Muharram, ada puasa sunnah yang dapat dilaksanakan oleh umat muslim.. Yakni puasa Tasu'a dan puasa Asyura. Puasa Tasu'a dilaksanakan pada 9 Muharram atau 27 Juli 2023. Adapun beberapa amalan sunnah lainnya pada akhir tahun yang bisa dikerjakan untuk menambah pahala, yaitu: 1. Menyucikan Diri dengan Bertobat. Untuk menyambut datangnya tahun baru Hijriyah, sangat dianjurkan untuk umat Muslim melakukan tazkiyatun nafs (menyucikan diri) dengan kembali kepada-Nya atau bertobat. Di antaranya ada empat bulan haram, tiga berurutan, yaitu: Dzul-Qa’dah, Dzul-Hijjah dan Al-Muharram, serta RajabMudhar yang terletak antara Jumada dan Sya’ban. “. Untuk itulah dikarenakan di bulan ini terdapat berbagai keutamaan tersendiri, maka berpuasa di dalamnya pun menjadi suatu hal yang baik dan berkah. Puasa Tasua dan Asyura dilaksanakan berurutan tanggal 9 dan 10 Muharram. Berdasarkan kalender Masehi, Puasa Tasua dan Asyura 2023 akan jatuh secara berurutan di tanggal berikut ini: Puasa Tasua 2023 jatuh pada hari Kamis, 27 Juli 2023. Puasa Asyura 2023, jatuh pada hari Jum'at, 28 Juli 2023. Niat Puasa Tasua dan Asyura. Berikut empat di antaranya. 1. Momen terbaik meningkatkan ibadah sholat. Keistimewaan bulan Muharram menyimpan segudang pahala bagi umat Islam. Segenap ulama meyakini sepanjang Muharram baik untuk meningkatkan intensitas ibadah sholat wajib dan sunah. Dalam Surah Al Baqarah Ayat 3, Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman: Sebagaimana dikutip dari laman resmi NU, puasa Tasua adalah puasa yang dikerjakan pada 9 Muharram, sedangkan puasa Asyura adalah puasa yang bisa dikerjakan pada 10 Muharram. Berdasarkan kalender 2023 Masehi, 1 Muharram 1445 H jatuh pada hari Rabu, 19 Mei 2023. Itu artinya, puasa Tasua bisa dikerjakan pada pada hari Kamis, 27 Juli 2023 dan puasa Memperbanyak puasa di bulan Muharram; Bukan Muharram menjadi salah satu waktu yang istimewa dalam Islam. Bahkan, dalam hadits riwayat Muslim, Abu Daud dan Tirmidzi Rasulullah SAW pernah bersabda Amalan sunah yang diutamakan di bulan Muharram adalah berpuasa. Selain itu, Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Hijriah, maka mengawali tahun baru dengan ibadah puasa sangatlah dianjurkan. Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW pernah bersabda, "Puasa paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, bulan Muharram." Adapun, puasa yang dilakukan pada bulan Muharram antara lain Puasa Tasua (9 dan 11 Muharram) dan Puasa Asyura (10 Muharram). Puasa ini tidak harus dilakukan selama 3 hari berturut-turut, tapi, boleh satu atau 2 hari saja. Selain, itu ada juga puasa sunah lainnya yakni, puasa Ayyamul Bidh. Waktunya berlangsung pada tanggal 13, 14, dan 15 Muharram. 6. Puasa pada bulan-bulan ‘Haram’ iaitu bulan Muharram, Rejab, Zulkaedah dan Zulhijjah. Tidaklah puasa empat bulan penuh tetapi maksudnya memperbanyakkan puasa pada bulan-bulan ini. Sabda Nabi s.a.w maksudnya: “… dan seafdal-afdal puasa selepas Ramadan ialah bulan Allah iaitu bulan Muharram” (Riwayat Muslim) Niat puasa Bulan Rejab IPGV27.